kelompok 4 epinephrin
Maba dari kelompok 4 prodi keperawatan UNUSA merangkum dan menjelasakan apa yang dimaksud epirephri.
Epinephrine atau adrenalin adalah obat untuk mengatasi syok anafilaktik akibat reaksi alergi berat. Syok anafilaktik yang tidak mendapatkan penanganan yang tepat akan sangat membahayakan nyawa. Selain itu, epinephrine juga digunakan pada tindakan resusitasi jantung paru atau biasa dikenal RJP.
Epinephrine bekerja dengan cara melemaskan otot-otot saluran pernapasan dan meningkatkan ketegangan pada pembuluh darah. Obat ini bekerja dengan cepat untuk memicu kerja jantung, meningkatkan tekanan darah, melegakan pernapasan, meredakan ruam, dan mengurangi pembengkakan di wajah, bibir, dan tenggorokan.
Ephinerphine adalah sebuah Golongan Obat resep Kategori Agonis alfa dan beta adrenergikManfaatMengatasi syok anafilaktik dan menangani kondisi henti jantung.Digunakan olehDewasa dan anak-anak
Epinephrine untuk ibu hamil dan menyusui
Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Belum diketahui apakah epinephrine dapat terserap ke dalam ASI atau tidak. Namun, epinephrine merupakan obat yang digunakan dalam keadaan gawat darurat, sehingga akan tetap diberikan jika tujuannya untuk menyelamatkan nyawa.
Bentuk obat Cairan suntik
Epinephrine hanya dapat diberikan oleh dokter di rumah sakit. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat ini, antara lain:
• Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Epinephrine tidak boleh diberikan kepada pasien yang alergi terhadap obat ini.
• Epinephrine dapat diberikan sebagai pertolongan pada kondisi gawat darurat dan mengancam nyawa. Dokter akan melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi pasien selama dan sesudah penyuntikan epinephrine.
• Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung, atau kardiomiopati, tekanan darah tinggi, atau angina pektoris.
• Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, penyakit tiroid, diabetes, depresi, penyakit Parkinson, asma, atau pheochromocytoma.
• Jangan mengemudikan kendaraan atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan, setelah menggunakan epinephrine, karena obat ini bisa menyebabkan pusing.
• Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
• Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
• Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, efek samping yang lebih serius, atau overdosis setelah menggunakan obat ini.
adapun cara penggunaan yang benar epinephrine dengan adanya
Dokter atau tenaga medis akan memberikan epinephrine dengan cara disuntikan secara IV/intravena atau IM/intramuskular. Dosis penyuntikan epinephrine akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Jika kondisi pasien sudah membaik setelah diberikan epinephrine, pasien akan mendapatkan penanganan lanjutan oleh dokter.
Selama menjalani pengobatan dengan epinephrine, ikuti anjuran dokter agar pengobatan lebih efektif.
adapaun dampak jika tercamput oleh obat obetana yang lainnya
Berikut ini adalah sejumlah efek interaksi yang dapat terjadi apabila menggunakan epinephrine bersama obat lain:
• Peningkatan risiko terjadinya gangguan irama jantung (aritmia) atau hipertensi jika digunakan bersama gas halothane, penghambat beta, penghambat alfa, obat-obatan vasokonstriktor atau vasopressor, obat antihipertensi, penghambat saraf adrenergik, obat antidepresan trisiklik, atau obat glikosida jantung
• Peningkatan risiko terjadinya hipotensi yang berat jika digunakan dengan clozapine, pimozide, atau haloperidol
• Penurunan efektivitas dari obat antidiabetes, seperti acarbose, insulin, atau metformin
• Peningkatan risiko terjadinya efek samping yang fatal jika digunakan dengan ergotamine
efek samping dari yang bahayanya rendah hingga tinggi
Dokter akan melakukan pengawasan ketat selama dan sesudah penyuntikan epinephrine. Beberapa efek samping yang dapat muncul setelah menggunakan epinephrine suntik adalah:
• Keringat yang berlebihan
• Mual atau muntah
• Gelisah atau cemas
• Pusing
• Napas terasa berat
• Lemas
• Sakit kepala
• Gemetar
• Pucat
• Bengkak, merah, atau nyeri di area suntikan
Beri tahu dokter jika efek samping di atas tak kunjung reda atau justru semakin memburuk.
Selain itu, beberapa efek samping serius yang bisa terjadi setelah penyuntikan epinephrine adalah denyut jantung yang tidak teratur, nyeri dada, pingsan, atau kejang. Dokter akan segera memberikan pertolongan jika Anda mengalami efek samping tersebut.
